Nilai SKD dan TKBI IPDN: Rumus, Bobot Tiap Tahap, dan Ambang Batas
Diperbarui oleh Tim Redaksi Corps Praja Academy
Sumber
- Kepmendagri Nomor 800.1.2.2-1392 Tahun 2026 tentang perubahan Pedoman SPCP IPDN 2026 (Lampiran I dan II)
- Kepmenpanrb Nomor 406 Tahun 2026 tentang nilai ambang batas SKD
- Ketentuan nilai SKD dan TKBI SPCP IPDN 2026, sebagaimana diumumkan Humas IPDN dan diberitakan Medcom.id (29 September dan 5 Oktober 2026)
- Papan Nilai SKD Corps Praja Academy (data publik BKN, 22 sampai 23 September 2026)
Jawaban singkat
- SKD adalah gerbang. Lolos ambang TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 dulu, baru nilaimu ikut dihitung. Untuk daerah afirmasi, ambangnya kumulatif 281 dan TIU 55.
- Sesudah TKBI, SKD dan TKBI digabung dengan bobot SKD 20 dan TKBI 80. Saringan ini menyisakan 2 kali jumlah formasi.
- Rumusnya: (nilai SKD ÷ 550 × 20) + (nilai TKBI ÷ 677 × 80). Ambang TKBI 400 dari rentang 310 sampai 677.
- Bobot bergeser di tiap saringan berikutnya, dan di kelulusan akhir TKBI tetap komponen terbesar (35).
- Karena itu SKD tinggi belum tentu cukup. SKD 396 bisa mengalahkan SKD 482.
Ketentuan ini berlaku di SPCP 2026. Kalau ketentuan 2027 berubah, halaman dan kalkulator diperbarui bersamaan.
Ambang SKD sekolah kedinasan 2026
Ditetapkan Kepmenpanrb Nomor 406 Tahun 2026. Angkanya sama dengan 2025.
| Bagian | Jumlah soal | Penilaian | Nilai maksimal | Ambang |
|---|---|---|---|---|
| TWK | 30 | benar 5, salah 0, kosong 0 | 150 | 65 |
| TIU | 35 | benar 5, salah 0, kosong 0 | 175 | 80 |
| TKP | 45 | pilihan bernilai 1 sampai 5, kosong 0 | 225 | 156 |
| Total | 110 soal, 100 menit | 550 | lolos ketiga ambang |
Ambang afirmasi. Peserta dari daerah tertentu yang mendapat afirmasi memakai ambang lain: nilai kumulatif paling rendah 281 dan TIU paling rendah 55. Afirmasi ini diusulkan instansi penyelenggara dan disetujui Menteri PANRB, bukan dipilih sendiri oleh peserta. Pastikan apakah daerahmu termasuk lewat pengumuman resmi atau call center panitia.
Kosong dan salah sama-sama bernilai 0 di TWK dan TIU. Jadi tidak ada ruginya menjawab semua soal.
Bobot di tiap saringan
SPCP IPDN 2026 tidak memakai satu bobot di akhir saja. Setiap saringan punya komposisi sendiri, dan jumlah peserta yang lanjut makin mengecil.
| Sesudah tahap | Komposisi bobot | Yang lanjut |
|---|---|---|
| SKD | gerbang, tanpa bobot | maksimal 3 kali kuota provinsi |
| TKBI | SKD 20, TKBI 80 | 2 kali formasi |
| Kesehatan tahap I | SKD 20, TKBI 50, Kesehatan 30 | 1,5 kali formasi |
| Psikologi, integritas dan kejujuran | SKD 20, TKBI 40, Kesehatan 15, Psikologi 25 | 1,1 kali formasi |
| Pantukhir (kelulusan akhir) | SKD 25, TKBI 35, Psikologi 15, Kesehatan tahap II 15, Kesamaptaan dan antropometri 10 | sesuai kuota |
Untuk pendaftar Orang Asli Papua, pengali jumlah yang lanjut lebih longgar di beberapa saringan.
Saringan yang memotong peserta paling banyak adalah saringan sesudah TKBI, dari seluruh peserta yang lolos SKD menjadi 2 kali formasi. Di saringan itu TKBI berbobot 80.
Rumus sesudah TKBI
Nilai SKD + TKBI = (NSKD ÷ 550 × 20) + (NTKBI ÷ 677 × 80)
- NSKD adalah nilai SKD, maksimal 550.
- NTKBI adalah nilai TKBI, berskala 310 sampai 677.
- Hasilnya tidak dibulatkan.
- Kalau nilai sama, pemecahnya SKD lebih tinggi, lalu TKP, TIU, dan TWK.
Satu poin TKBI di saringan ini bernilai sekitar 3,25 poin SKD.
Contoh perhitungan
| Peserta A | Peserta B | |
|---|---|---|
| Nilai SKD | 482 | 396 |
| Sumbangan SKD (÷ 550 × 20) | 17,53 | 14,40 |
| Nilai TKBI | 450 | 560 |
| Sumbangan TKBI (÷ 677 × 80) | 53,18 | 66,17 |
| Nilai gabungan | 70,70 | 80,57 |
Peserta B unggul hampir 10 poin walau SKD-nya 86 poin lebih rendah. Selisih SKD sebesar itu hanya bernilai sekitar 3 poin, sedangkan selisih TKBI 110 poin bernilai sekitar 13 poin.
Rumus kelulusan akhir
{(NSKD ÷ 550 × 25) + (NTKBI ÷ 677 × 35) + (NPsikologi ÷ 85 × 15) + (NKesehatan II ÷ 80 × 15) + (NKesamaptaan dan antropometri ÷ 100 × 10)}
Kesehatan tahap I tidak masuk rumus akhir, karena digantikan Kesehatan tahap II di pantukhir.
Apa artinya untuk persiapanmu
- Lolos ambang SKD dulu. Tanpa melewati 65, 80, dan 156, nilaimu tidak dihitung sama sekali. Di data SKD 2026 yang kami rekap, TIU adalah bagian yang paling sering menahan peserta.
- Jangan tunda TKBI. Di saringan yang paling banyak memotong peserta, bobotnya 80. Di kelulusan akhir pun TKBI tetap yang terbesar.
- Ukur, jangan menebak. Kerjakan simulasi, masukkan nilainya ke kalkulator, lalu lihat berapa TKBI yang kamu butuhkan.
Kata alumni
Banyak peserta merasa aman karena SKD-nya tinggi, lalu baru serius belajar Bahasa Inggris sesudah SKD selesai. Dengan susunan bobot seperti ini, urutannya justru terbalik. SKD membuka pintu dan memecah nilai yang sama. TKBI yang menentukan peringkat. Mulai TKBI sejak hari pertama persiapan.
Tanya jawab
Apakah nilai gabungan SKD dan TKBI itu nilai kelulusan akhir?
Bukan. Nilai gabungan 20 dan 80 dipakai untuk saringan sesudah TKBI. Kelulusan akhir memakai rumus lima komponen di pantukhir.
Kenapa pembaginya 677?
Karena nilai TKBI di SPCP 2026 berskala 310 sampai 677.
Kalau TKBI saya di bawah 400?
Tidak memenuhi ambang TKBI, sehingga tidak lanjut ke tahap berikutnya.
Apa itu ambang afirmasi 281?
Ambang khusus bagi peserta dari daerah tertentu yang ditetapkan mendapat afirmasi: kumulatif minimal 281 dan TIU minimal 55. Peserta tidak bisa memilihnya sendiri.
Apakah lebih baik mengosongkan soal yang ragu?
Tidak. Di TWK dan TIU, jawaban salah dan kosong sama-sama 0. Di TKP, kosong bernilai 0, sedangkan pilihan terendah tetap 1.
Kalau nilainya sama dengan peserta lain?
Pemecahnya SKD yang lebih tinggi, lalu TKP, TIU, dan TWK.
Di mana saya bisa menghitung nilai saya sendiri?
Di kalkulator nilai akhir. Masukkan nilai SKD-mu, lalu lihat sisa nilai yang ditentukan TKBI.
Langkah berikutnya
